07 September 2008

Mengedit Subtitle dengan Gnome Subtitle

. 07 September 2008
2 comments

Pada posting yang sebelumnya, saya mengenalkan cara menggunakan Subtitle Editor, sekarang saya posting lagi tentang cara menggunakan Gnome Subtitle. Seperti namanya GNOME SUBTITLE ialah aplikasi pengolah subtitle pada desktop GNOME. GNOME SUBTITLE mendukung banyak format text subtitle. Dengan Gnome Subtitle kita bisa mengedit, merubah dan menyinkronkan.


Proses instalasi Gnome Subtitle tergantung dari masing-masing distro, hampir semua distro besar menyertakan Gnome Subtitle dalam paket Repository-nya masing-masing. Khusus Ubuntu Hardy perlu ditambahkan paket libmono-i18n2.0-cil karena ada kesalahan pemaketan yang menyebabkan paket libmono tersebut tidak ikut disertakan dalam daftar ketergantungan.
sudo apt-get install gnome-subtitles libmono-i18n2.0-cil
Gnome Subtitle bisa dijalankan dari menu Sound & Video > Gnome Subtitles. atau dari terminal dengan mengetik gnome-subtitles dan tekan enter.

Membuat Subtitle Baru
Tekan tombol New atau Ctrl+N atau dari menu File > New. Ubah pada From, To dan Teks Subtitlenya. Untuk menyimpannya tekan Ctrl+S atau klik tombol Save, kemudian tentukan formatnya (defaultnya SubRip .srt) dan nama filenya.

Oh ya, sebelum lupa, aplikasi ini terdiri dari 4 bagian, yaitu
  1. Bagian Menu,
  2. Preview Video (tampil ketika video dibuka),
  3. Bagian View Subtitle,
  4. Bagian Edit Subtitle, berbeda dengan Subtitle Editor, proses pengeditan subtitle hanya boleh dibagian ke-4.

Mengedit Subtitle

Buka Subtitle yang sudah ada dengan menggunakan Ctrl+O atau klik tombol Open. Bila dalam directory yang sama terdapat video dengan nama yang sama dengan subtitlenya, video juga akan ditampilkan, misalnya subtitle-nya bernama Contoh.srt dan filmnya Contoh.avi.
  1. Menambahkan pada subtitle yang sudah ada bisa dilakukan dengan menekan tombol Insert atau Ctrl+Enter, jika ingin menambahkan subtitle sebelum posisi subtitle terpilih gunakan kombinasi Shift+Ctrl+Enter.
  2. Berpindah antar subtitle bisa menggunakan kombinasi Ctrl+Panah Atas untuk berpindah ke subtitle yang diatasnya, dan Ctrl+Panah Bawah untuk berpindah ke subtitle dibawahnya. Ctrl+Page Up, untuk naik 1 halaman atau Ctrl+page Down untuk turun 1 halaman.
  3. Menghapus subtitle bisa langsung menggunakan tombol Delete di keyboard, 1 baris subtitle akan dihapus.
  4. Fungsi pengeditan yang lain serupa dengan aplikasi yang lainnya, misal Ctrl+A untuk memilih semua, Ctrl+C untuk menyalin dan Ctrl+V untuk menempel.
Frame/Time Unit
Tampilan standar dari aplikasi ini ialah time unit. Untuk merubah ke ke Frame unit masuk ke menu View > Frames, sedangkan untuk mengembalikan ke Time Unit lagi gunakan View > Times.

Time Unit

Frame Unit

Mengatur Timings
Jika ingin mengatur pewaktuan (timing) hanya beberapa subtitle, pilih subtitle-subtitle yang ingin dirubah waktunya, kemudian masuk ke menu Timings > Adjust. Masukkan waktu kemunculan subtitle yang pertama dan yang terakhir.
Menggeser Subtitle (shifting timing)
Fungsi dari fasilitas menggeser subtitle ini hampir mirip dengan mengatur timing diatas, namun bedanya shifting timing tidak merubah durasi dari masing-masing subtitle.
  1. Pilih subtitle yang ingin digeser,
  2. Masuk ke Timings > Shift
  3. Masukkan waktunya, isikan dengan minus bila ingin menggeser mundur subtitlenya atau sebaliknya.
  4. Pilih opsi yang disediakan, apakah ingin menggeser semua subtitle atau subtitle yang dipilih saja.
  5. Click tombol Shift untuk menggesernya.

Mengatur Input dan Video Framerate
Saat membuka video, Gnome Subtitle tidak secara otomatis mengatur framerate dari video. Bila kita membuka file subtitle yang berbasis waktu bukan frame seperti subrip, hal ini mungkin tidak menjadi masalah. Namun bila kita membuka file subtitle yang berbasis frame(misal MicroDVD) dan frameratenya ternyata berbeda dengan video, hal ini bisa menyebabkan subtitle tidak sinkron. Untuk menyamakan framerate subtitle dengan video, masuk ke Timings > Video Framerate dan Timings > Input Framerate.

Menampilkan Video
Seperti yang saya sebutkan diatas, jika nama file subtitle dan nama video sama persis hanya berbeda ekstensinya serta berada dalam directory yang sama, maka video akan otomatis dibuka. Namun jika nama file video berbeda atau berada di directory yang berbeda, video tidak akan ditampilkan secara otomatis, untuk membuka file video, masuk ke menu Video > Open. Untuk menutupnya masuk ke menu Video > Close.

Sumber : Gnome Subtitle Help


Klik disini untuk melanjutkan »»

31 August 2008

Mengolah Subtitle Menggunakan Subtitle Editor

. 31 August 2008
2 comments

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya di Mengenal Pengolah Subtitle di Linux. Ada beragam aplikasi pengolah subtitle di Linux, dengan beragam pula cara pengolahannya. Di postingan kali ini saya akan membahas cara menggunakan Subtitle Editor. Saya tidak bisa menceritakan semuanya seperti sebuah tutorial lengkap cara penggunaan aplikasi ini karena keterbatasan ilmu yang saya miliki.


Sekilas tentang Subtitle Editor, merupakan aplikasi berbasis GTK+ yang tergolong masih baru. Dengan aplikasi ini kita bisa membuat subtitle, merubah frame rate, menggeser subtitle, hingga menggunakannya untuk membantu menerjemahkan subtitle ke bahasa yang lain.

Aplikasi ini bisa didapatkan melalui website resminya di http://home.gna.org/subtitleeditor/. Saat saya mengetik postingan ini, versi terakhir ialah 0.22.3. Bagi pengguna Ubuntu aplikasi ini sudah tersedia di repository Hardy. Untuk pengguna Ubuntu proses instalasinya adalah menggunakan perintah berikut di terminal/console.

sudo apt-get install subtitleeditor
atau menggunakan perintah dibawah ini bila mendapatkan file .deb hasil download
sudo dpkg -i subtitleeditor-x.yy.z.deb
x.yy.z merupakan versi dari Subtitle Editor.
Atau menggunakan Synaptic, tinggal search, setelah ketemu beri tanda centang dan Apply.

Untuk pengguna distro yang lain bisa mendownload file tarball-nya.
Proses instalasinya adalah sebagai berikut :
  1. Login sebagai root
  2. extract file tarball yang sudah didownload
    #tar -xzvf subtitleeditor-0.22.3.tar.gz
  3. Masuk ke directory hasil extract
    #cd subtitleeditor-0.22.3/
  4. Jalankan instalasi,
#./autogen.sh
#make
#make install
Bila dependensi sudah terpenuhi, aplikasi akan diinstal /usr/local/.

Sekarang mari kita coba.
Untuk menjalankan aplikasi ini bisa dari menu Applications -> Audio & Video -> Subtitle Editor, atau menggunakan terminal dengan mengetik
$subtitleeditor

Membuat Subtitle Baru
Tekan Ctrl+N atau menggunakan menu File -> New. Kemudian tekan tombol Insert, setting waktu muncul (start) dan menghilangnya (stop) subtitle, Isikan pada kolom text tulisan subtitle kita. Setelah selesai kita bisa menyimpannya ke format .ssa, .ass, .srt atau .sub

Melihat Video
Akan lebih nyaman bila kita mengedit subtitle dengan menggunakan video yang akan diberi subtitle, untuk menampilkan video, pada menu Preview pilih Open Movie, kemudian pilih file videonya.

Menyinkronkan subtitle dengan Video
Ada 3 alasan utama kenapa subtitle tidak sinkron dengan videonya.
  1. Framerate video dan subtitle berbeda, hal ini akan menyebabkan video dan subtitle berbeda kecepatan. Misalnya video menggunakan framerate 23.97fps sedangkan subtitle menggunakan framerate 25fps, maka hasilnya subtitle akan tayang lebih cepat dari videonya.
  2. Subtitle terlambat atau lebih cepat dibandingkan videonya dengan keterlambatan yang merata. misalkan awal penayangan subtitle terlambat 1 detik, dan subtitle-subtitle yang berikutnya juga terlambat 1 detik. Kita bisa menggesernya.
  3. Kombinasi dari kedua masalah diatas.
Untuk merubah framerate, kita harus melihat dulu framerate dari video, bisa menggunakan aplikasi pemutar video favorit kita, misalkan menggunakan Totem Movie Player, dengan melihat properties file video dari menu Movie -> Properties, akan kelihatan berapa nilai frameratenya.
Untuk merubah framerate subtitle pilih submenu Change Framerate dari menu Timings. Pilih framerate sesuai dengan framerate video.


Dalam mengatasi masalah yang kedua, jalankan videonya dan catat dimana seharusnya subtitle yang pertama harus muncul, kemudian buka file subtitlenya, pilih subtitle pertama, kemudian tekan Ctrl+M atau pilih dari Menu Timings -> Move Subtitle, masukkan waktu yang seharusnya seperti yang sudah dicatat sebelumnya.


Bila muncul masalah no 3, scaling subtitle mungkin bisa membantu mengatasinya. Pada dasarnya ialah menentukan kapan saat subtitle yang pertama ditampilkan dan subtitle terakhir akan ditampilkan. Misalnya Subtitle pertama terlalu cepat 1 detik dan subtitle terakhir terlambat 20 detik, dengan menggunakan scaling tentukan waktu dari subtitle pertama dan subtitle yang terakhir, subtitle-subtitle yang berada diantaranya akan disesuaikan waktunya sesuai skala durasinya. Terkadang tidak sinkronnya subtitle mulai bukan dari awal tapi setelah beberapa baris subtitle. misalnya dari baris ke 100 sampai baris ke 120, dan pada baris sesudahnya sudah sinkron. maka tentukan awalnya pada baris ke 100 dan akhirnya di baris 120. Untuk menggunakan Scaling, pilih Scale dari menu Timings.

Mode Translasi (Penerjemahan)
Inilah yang membuat saya menyukai aplikasi pengolah subtitle, awalnya mengenal subtitle workshop dari keinginan untuk menerjemahkan subtitle film. Sebelum tahu ada fasilitas translasi di setiap aplikasi pengolah subtitle, saya menerjemahkan tulisan subtitle aslinya kemudian saya replace dengan terjemahan saya. Dengan menggunakan mode translasi, ternyata lebih menguntungkan karena selain file aslinya tidak berubah dan timingnya bisa mengikuti dari timing sumber.

Untuk menggunakan mode translasi dalam Subtitle Editor, buka file subtitle yang sudah ada, misalnya saya sudah mendownload subtitle sebuah film berbahasa Inggris dari www.divxsubtitles.net / www.opensubtitles.org. Buka subtitle tersebut (Ctrl+O), kemudian buka juga file videonya dengan menggunakan perintah Ctrl+Shift+M. Pada menu View, pilih Translations. pada kolom sebelah kanan kita gunakan untuk menerjemahkan kalimat yang ada di sebelah kiri. Setelah diterjemahkan semua atau misalkan kita ingin menyimpan file hasil terjemahan, tekan Ctrl+Shift+T atau pilih Save Translation. Kemudian tentukan format subtitlenya, apakah akan disimpan dalam format .ass, .ssa, atau .srt, serta tentukan nama file dan lokasinya.

Untuk tampilan yang lebih advance dari mode translasi ini, bisa kita tampilkan juga waktunya, Buka menu View -> Colums -> beri centang pada Start, End dan Duration.

Selamat mencoba.





Klik disini untuk melanjutkan »»

26 July 2008

Mengenal Pengolah Subtitle di Linux

. 26 July 2008
0 comments

Di Blog ini sebelumnya saya pernah membahas bagaimana ripping subtitle, baik yang menggunakan Ogmrip maupun konversi dari vobsub menggunakan Avidemux. Sekarang saya akan bahas pengeditan subtitle hasil ripping tersebut, atau subtitle yang kita dapat dari download di internet.

Di lingkungan Windows, pengeditan subtitle berbasis text saya menggunakan Subtitle Workshop. Sebuah tools yang cukup komplit dan powerfull, serta mendukung puluhan format subtitle.

Sewaktu beralih ke Linux Ubuntu saya sempat ragu, apakah ada program pengedit subtitle seperti Subtitle Workshop.

Pencarian pun dilakukan, di Repo Feisty Fawn (Ubuntu pertama bagi saya), saya menemukan KSubtitle, program pengedit subtitle berbasis untuk lingkungan KDE. Program ini masih sangat sederhana dan sangat jauh bila dibandingkan dengan Subtitle Workshop. Subtitle hanya bisa ditampilkan 1 baris, bila ingin mengedit subtitle berikutnya harus menekan tombol next, tidak begitu praktis menurut saya. Dan lagi untuk menginstall Ksubtitle di lingkungan GNOME membutuhkan banyak library, oleh sebab itu tidak akan saya bahas lebih lanjut.

Gnome Subtitle, program ini saya temukan di getdeb.net 1 tahun yang lalu, saya pribadi sangat menyukai program ini, karena baik tampilan maupun cara pengoperasiannya mendekati subtitle workshop. Namun sayang sekali, walaupun program ini ada di Repo Hardy versi yang digunakan masih sama dengan yang saya temukan di getdeb 1 tahun yang lalu, dan sekarang tidak bisa membuka file .srt (file subtitle hasil dari ripping). Di website-nya saya menemukan penyebabnya karena ketergantungan (dependency), paket "libmono-i18n2.0-cil" tidak ikut dalam daftar dependency. Setelah saya install paket tersebut, file subtitle sudah bisa dibuka dan diedit dengan sempurna.

Subtitle Editor, program ini saya temukan di repo. Program ini mempunyai banyak fungsionalitas namun lebih sedikit dari Gnome Subtitle diatas. Video Previewnya terintegrasi dengan Window utama, dan teks subtitle ditampilkan pada videonya. Selain itu program ini bisa menampilkan bentuk gelombang dari video. Mendukung penuh pola penerjemahan.

Subtitle Editor mendukung beberapa format subtitle berikut :
  • Sub Station Alpha
  • Advanced Sub Station Alpha
  • SubRip
  • MicroDVD
  • MPL2
  • MPsub (MPlayer subtitle)
  • SubViewer 2.0
  • Plain-Text
  • Adobe Encore DVD
Gaupol, juga merupakan aplikasi pengolah subtitle yang berupa text. Saya menemukan program ini dari Repo. Gaupol mendukung beberapa format subtitle, termasuk mengoreksi tulisan dan timing subtitle agar sesuai dengan file videonya. Antarmuka penggunanya didesain untuk bisa melakukan pengeditan pada beberapa subtitle, dan mendukung mode penerjemahan.

Beberapa format subtitle yang didukung antara lain : MicroDVD, MPL2, MPsub, SubRip, SubViewer 2.0 dan TMPlayer, serta mendukung juga format Sub Station Alpha dan Advanced Sub Station Alpha. Gaupol mendukung banyak karakter encoding, termasuk auto-detect.
Dengan Gaupol kita bisa melakukan insert, remove, split dan merge subtitle, mencari dan mengganti (find and replace), spell check, mengatur durasi, merubah frame rate serta melihat video.

Sebetulnya masih ada lagi Program Subtitle Editor di Linux, tapi saya belum mencobanya. Tunggu tulisan saya berikutnya tentang cara menggunakan program pengolah subtitle.

Klik disini untuk melanjutkan »»

08 July 2008

Mengaktifkan Emerald di Ubuntu Hardy

. 08 July 2008
0 comments

Mungkin kita sudah bosan dengan tampilan window decorator dari Ubuntu yang berwarna coklat, entah karena warna favorit yang bukan coklat atau melihatnya terasa kaku. Walaupun sudah diganti theme masih terasa kaku, gak seperti Mac OS lah atau Vista lah.... (kok malah beralasan sech)

Dengan theme dari emerald, tampilan window decorator kita bisa berubah. Lebih cantik dan lebih halus dari theme Gnome. Bermacam-macam theme yang cantik bisa kita pakai sesuai mood kita, ada yang mirip windows decorator dari OS lain semacam Microsoft Windows dan Mac OS, dan ada yang murni hasil kreasi para pecinta seni. Theme untuk Emerald bisa didapatkan di gnome-look atau di compiz themes.

Walaupun Emerald sudah bisa diintegrasikan dengan Ubuntu sejak lama, dan merupakan bagian dari proyek Beryl, tapi saat menggunakan Ubuntu Hardy Herron saya menemui kesulitan untuk mengaktifkannya. Padahal Emerald dan library sudah terinstall dengan sempurna.
Untuk menginstall Emerald di Ubuntu bisa menggunakan perintah berikut :
sudo apt-get install emerald
Atau memilih dari Synaptic Package Manager, beri centang pada emerald dan klik Apply, maka emerald sudah bisa digunakan. Untuk merubah setting Emerald buka menu System --> Preference --> Emerald Theme Manager. Disana kita bisa menambah theme baru maupun kustomasi pada theme emerald yang sudah ada.

Tapi seperti yang sudah saya ceritakan diatas, pada Ubuntu Hardy kita tidak bisa mengaktifkannya dari menu Emerald Theme Manager, karena Compiz menggunakan compiz-decorator sebagai defaultnya. Untuk mengaktifkannya secara mudah kita membutuhkan compizconfig-setting-manager. Install compizconfig-setting-manager dengan menggunakan apt atau synaptic.
sudo apt-get install compizconfig-setting-manager
Buka Advance Desktop Setting dari menu System --> Preference --> Advance Dekstop Effect Setting. Kemudian pada bagian Effect pilih Window Decoration, beri tanda centang untuk mengaktifkannya, kemudian pada bagian Window Decoration, masukkan emerald --replace pada bagian command menggantikan /usr/bin/compiz-decorator.

Restart GNOME dengan menekan tombol Ctrl + Alt + Backspace, atau log out dari lingkungan GNOME. Kemudian masuk lagi ke lingkungan Gnome dengan memasukkan username dan password. Masuk ke Emerald Theme Manager, pilih salah satu Theme dan kita akan melihat hasilnya secara langsung.

Klik disini untuk melanjutkan »»

06 July 2008

Masalah instalasi msttcorefonts di Ubuntu

. 06 July 2008
0 comments

Package msttcorefonts di Ubuntu digunakan untuk menambah font-font dari Microsoft Windows (true type fonts) agar bisa dipakai di Linux. Dan package ini juga disertakan dalam dependency beberapa paket lain di Ubuntu, seperti yang saya alami sewaktu menginstall paket ubuntu-restricted-extras di Ubuntu hardy, ternyata paket ini diikutkan dalam paket dependency-nya. Padahal untuk menginstalasi paket msttcorefonts ini harus terkoneksi dengan internet dan mendownload font-font dalam format .exe dari sourceforge.net. Berikut adalah daftar fonts yang akan didownload dalam paket msttcorefonts

Andale Mono
Arial Black
Arial (Bold, Italic, Bold Italic)
Comic Sans MS (Bold)
Courier New (Bold, Italic, Bold Italic)
Georgia (Bold, Italic, Bold Italic)
Impact
Times New Roman (Bold, Italic, Bold Italic)
Trebuchet (Bold, Italic, Bold Italic)
Verdana (Bold, Italic, Bold Italic)
Webdings
Bagaimana bila kita tidak mempunyai koneksi internet seperti saya. Setelah googling akhirnya ketemu juga, thanks mas g4y0 atas panduannya.
Caranya ialah sebagai berikut :
  1. Install Web Server Apache (boleh menggunakan webserver yang lain) dan PHP5,
    sudo apt-get install apache2
    sudo apt-get install php5
    sudo apt-get install libapache2-mod-php5
    sudo /etc/init.d/apache2 restart

    Atau install saja LAMP (Linux, Apache, MySQL, and PHP) dari Synaptic, buka Synaptic Package Manager, pada menu Sunting -> Tandai Paket Berdasar Tugas, kemudian centangi LAMP Server, klik Ok dan Apply.
  2. Download file fonts satu-persatu dari
    http://sourceforge.net/project/showfiles.php?group_id=34153&package_id=56408&release_id=105355 atau download file msttcorefonts.tar.gz dari sini atau sini.
  3. Ekstrak file msttcorefonts dan simpan di folder yang kita inginkan, misalkan /home/nama_user/msttcorefonts.
    cd /home/nama_user
    tar zxvf msttcorefonts.tar.gz
  4. Edit file konfigurasi apache yang berada di /etc/apache2/conf/apache2.conf atau di /etc/apache2/conf/httpd.conf
    sudo gedit /etc/apache2/conf/apache2.conf
    atau
    sudo gedit /etc/apache2/conf/httpd.conf

    Tambahkan script berikut pada file apache2.conf

  5. Restart Apache
    sudo /etc/init.d/apache2 restart
  6. Setelah pembuatan alias sukses, edit file /var/lib/dpkg/info/msttcorefonts.postinst
    sudo gedit /var/lib/dpkg/info/msttcorefonts.postinst
  7. Edit file tersebut pada bagian
    URLROOTS="http://surfnet.dl.sourceforge.net/sourceforge/corefonts/
    http://internap.dl.sourceforge.net/sourceforge/corefonts/
    http://puzzle.dl.sourceforge.net/sourceforge/corefonts/
    http://heanet.dl.sourceforge.net/sourceforge/corefonts/
    http://superb-west.dl.sourceforge.net/sourceforge/corefonts/
    http://superb-east.dl.sourceforge.net/sourceforge/corefonts/
    http://easynews.dl.sourceforge.net/sourceforge/corefonts/
    http://jaist.dl.sourceforge.net/sourceforge/corefonts/
    http://mesh.dl.sourceforge.net/sourceforge/corefonts/
    http://nchc.dl.sourceforge.net/sourceforge/corefonts/
    http://kent.dl.sourceforge.net/sourceforge/corefonts/
    http://umn.dl.sourceforge.net/sourceforge/corefonts/
    http://switch.dl.sourceforge.net/sourceforge/corefonts/"
    menjadi
    URLROOTS="http://localhost/msttcorefonts/"
  8. Install ulang paket msttcorefonts
    sudo apt-get install msttcorefonts







Klik disini untuk melanjutkan »»
 

Tulisan Terbaru

Komentar Terbaru

Caktanto is proudly powered by Blogger.com | Makasih o-om.com atas templatenya