Sudah lama rasanya saya tidak posting, bahkan libur dari aktifitas online lainnya..
Setelah pulang kampung dan memboyong anak-istri ke kota Lumpia, akhirnya ada kesempatan untuk posting lagi.
Saat BlankOn Lontara sudah ada di daftar juragan.kambing.ui.edu, saya langsung memesannya sekalian Repo Ubuntu Hardy. Harganya sudah naik, ongkos kirim TIKI juga naik dan sekarang diikuti harga BBM naik. Semoga bisa mengirit pengeluaran, biar gak kerasa imbasnya..
Untung saja alamat pengiriman ditujuin ke kantorku yang gak pernah libur. so, biarpun aku libur tetap ada yang nerima kiriman dari juragan kambing.
Koq malah ngelantur sech...
Setelah sebelumnya puas dengan BlankOn 2.0 (Konde), akhirnya Blankon 3.0 (Lontara) dirilis juga, walaupun beda beberapa hari dari rilis Ubuntu Hardy.
BlankOn 3.0 ini masih merupakan distro turunan Ubuntu, seperti Blankon Konde, dan rencananya akan terus menggunakan Ubuntu untuk rilis selanjutnya. Terus terang saja saya menyukai Blankon karena 2 hal utama yaitu turunan Ubuntu, sehingga bisa menggunakan repo Ubuntu yang terdiri dari ratusan ribu paket program dan perkembangan rilis program mengikuti Ubuntu (6 bulan sekali), yang kedua karena bikinan dalam negeri, menggunakan interface bahasa Indonesia dan tampilan yang indonesia banget.
BlankOn Lontara dirilis dalam 2 versi, versi liveCD standar dan liveCD minimalis. Sayang sekali pada rilis kali ini tidak ada versi InstallCD (alternate) seperti pada BlankOn Konde (hanya ada versi alternate). Beda antara versi standar dan minimalis pada gnome dan paket-paket yang disertakan. Pada versi minimalis ditujukan untuk penggunaan komputer tua (sebelum generasi P4), menggunakan gnome yang sudah diimprove agar bisa berjalan ringan di komputer tua, paket office hanya menyertakan Gnumeric dan Abiword, tidak seperti versi standar yang menggunakan OpenOffice. Pada versi minimalis juga disertakan paket daluang (wiki offline), makanya versi ini lebih gemuk (689MB) daripada versi standarnya (679MB).
Saya hanya punya yang versi standar (beli di juragan kambing). Jadi gak bisa menceritakan apa dan bagaimana tu Daluang. Waktu boot Blankon Lontara lebih cepat daripada Konde, mungkin karena turunan dari Hardy, kabarnya sech Hardy lebih cepat dari Gutsy. saya belum coba Ubuntu Hardy, nunggu kiriman dari shipit atau diterbitin majalah InfoLinux. He..he..
Walaupun masih menggunakan LiveCD, waktu akses lebih cepat ketika menjelajahi menu dan membuka aplikasi. Mounting partisi-partisi Windows tidak dilakukan sewaktu boot, tapi saat kita akan mengakses partisi tersebut, mungkin ini untuk mempercepat proses boot juga (selain menggunakan kernel yang baru dan cepat). Saat ingin menambah/mengedit daftar repo kita bisa mengakses dari System -> Administrasi -> Sumber Perangkat Lunak, tanpa perlu membuka file source.list seperti di Konde.
Menurutku satu lagi yang patut disayangkan, restricted driver tidak disertakan pada Lontara, so, bagi yang menggunakan kartu grafis Nvidia atau ATI harus puas dengan driver VESA yang cuma bisa 800X600 untuk resolusinya serta tidak bisa menikmati compiz-fusion secara langsung. Sekian dulu untuk Lontara, akan disambung lain waktu.
Sedangkan pada Repo Hardy, khususnya edisi DVD yang dikemas oleh komunitas Ubuntu-id, sekarang lebih gemuk dari Gutsy dengan paket-paket yang juga diperbanyak tentunya. Menggunakan 5 keping DVD untuk menyimpannya (Gutsy juga 5 DVD), yang disusun secara sistematis berdasarkan kategori main, restricted, multiverse, universe. Berikut ialah daftar dari ke-5 DVD Repo Hardy Heron:
Berikut adalah kutipan dari pemaket DVD RepoDisc 1: Main (bagian pertama), RestrictedDisc 2: Main (bagian pertama), Multiverse, Universe (bagian pertama)Disc 3: Universe (bagian kedua)Disc 4: Universe (bagian ketiga)Disc 5: Universe (bagian keempat)Pada pembuatan DVD Repository kali ini, ada sebuah eksperimen tambahan yang dilakukan. Susunan paket pada masing-masing disc telah dibuat sedemikian sehingga mengikuti urutan prioritas paket dan urutan yang ada pada hasil Popularity Contest paket-paket Ubuntu. Selain itu, untuk setiap paket yang ada, paket-paket lain yang dibutuhkan oleh paket tadi akan diletakkan berdekatan. Dengan membuat urutan seperti ini, diharapkan paket-paket yang saling berkaitan tidak terlalu tersebar acak dalam disc yang berbeda-beda sehingga kebutuhan meminta disc lain saat menginstal suatu paket dapat diperkecil.
Dan ada manfaat yang bisa diambil darinya, ini pengalaman pribadi saya, saya jadi tidak sering memasukkan Disc 2 & 5 karena program dan dependensinya kebanyakan berada pada Disc yang sama.
Saya menemui semua program yang pernah saya ulas di blog ini sebelumnya ada di repo Ubuntu kali ini, seperti aplikasi Islami (Zekr & minbar), Ogmrip, dan banyak lagi yang lainnya.
Menyusuri Desa 19-02-2012
2 days ago

0 comments:
Post a Comment