Kok ada kata-kata "lagi" sech...
Iya emang ini perkenalan yang kedua dengan Linux.
Pertama bertemu dengan Linux sewaktu kuliah mendekati semester akhir. Waktu itu aku mengambil judul "Server WAP, sama dosen pembimbing dianjurin belajar Linux. Setelah mencari akhirnya menemukan sebuah buku server linux yang di dalamnya terdapat sebuah installer Linux Redhat 6.2, walaupun saat itu sudah ada Redhat v7.0, aku tetap menginstall Redhat 6.2 dari buku. karena selain gratis, sebagai seorang pemula aku ingin semua sesuai buku. Aku install di kompieku TX PRO III dengan processor AMD K-6 450Mhz. Semua berjalan lancar di kompieku. Aku juga sering re-install Linux dengan berbagai macam distro yang lain seperti Mandrake (sekarang Mandriva), SUSE dan Slackware. Sebenarnya distro Debian sudah terkenal waktu itu, tapi aku aja yang gak mengenalnya.
Perkenalan kedua, tahun kemarin saat isu sweeping Windows bajakan digalakkan di tiap kantor. Kali ini aku sudah bekerja di TransTV Semarang. Isu bergulir sangat kencang di Semarang, banyak juga kantor-kantor instansi yang disita dan didenda karena menggunakan Windows dan Microsoft Office bajakan. Karena kuatir, aku ditugaskan untuk migrasi ke sistem operasi linux.
Setelah cari sana-sini tentang linux, akhirnya menemukan Ubuntu yang sangat populer, di semarang pun demam ubuntu juga sangat luar biasa, apalagi ada sekretariat ubuntu (Warnet Exsa-Net) di Banyumanik yang dekat dengan rumahku. Perburuan pun dimulai, download ISO, beli CD, ikut komunitas, sampai cari Panduan di Internet merupakan kegiatan sehari-hari yang menyenangkan.
Instalasi pun dimulai di kompie rumah, menggunakan distro Ubuntu 7.04 versi dekstop, yang merupakan Live CD Installer. kali ini aku pake processor AMD Athlon64 X2 3600+, mobo dari Gigabyte S Series dengan Chipset MCP61 yang punya VGA Onboard. Semua hardware dikenali dengan baik, dan menampilkan dekstop Gnome dengan baik. Di desktop ada icon untuk "install", cukup memudahkan bagiku, mengingat dulu pernah coba-coba jalanin Knoppix 3.5, LiveCD pertamaku, kalau mau install ya harus secara manual atau menggunakan script tersendiri.
Di kantor aku juga install Ubuntu 7.04. Permasalahan mulai muncul saat LiveCD berjalan, LiveCD tidak bisa masuk ke system. Kompie yang digunakan processor Intel Celeron 1,7 GHz, Mobo Asrock P4i65GV dan VGA ATI Radeon 9250. Setelah dibongkar pasang dan gonta-ganti distro Linux ternyata perpaduan antara Asrock, radeon dan Linux tidak cocok. Entah kenapa aku juga tidak tahu. Akhirnya VGA dilepas dan menggunakan VGA Onboard dan Instalasi pun berjalan sempurna. Suatu hari kompie tersambar petir dan mobo rusak, akhirnya menggunakan stock mobo lama ASUS P4S533 tanpa VGA onboard, VGA ATI Radeon dipasang lagi dan Linux masih menggunakan instalasi yang sebelumnya dan berjalan dengan normal juga.
Tapi sekarang, kompie kantor terpaksa pakai Windows XP lagi, soalnya teman-teman merasa tidak puas, hanya karena tidak biasa dengan Linux. dan dengan menyesal aku ucapkan good bye pada Linux di kantor, aku hanya pakai Linux di rumah. Dan berharap bisa membeli sebuah Laptop dan install Linux didalamnya. Akan kupamerkan ke teman-teman indahnya Compiz Fusion...
Mengganti "Older Posts" Dengan Angka
1 week ago

0 comments:
Post a Comment